Kamis, 25 Desember 2025

Sudahkah Kamu Cantik ?

EVERYTHING HAS BEAUTY 
BUT NOT EVERYONE SEES IT
Confucius  (BC 551-BC 479) 
http://fashionanyway.com

Apa kamu sudah cantik?

Katakan saja iya. Karena kamu memang cantik. Terserah orang mau bilang apa. Kamu sangat cantik. Kalau tidak percaya, silahkan tengok diri kamu di depan cermin.  Kalau saya salah, berarti cermin kamu yang bermasalah. Konfusius saja bilang, “semuanya mempunyai kecantikan, tetapi tidak semua orang dapat melihatnya”.

Btw, sebetulnya cantik itu apa ya?

Well, ada yang bilang cantik identik dengan perempuan. Cantik itu menarik. Cantik itu indah. That’s true. Tapi, apakah perempuan yang menarik dan indah itu harus memiliki wajah yang kinclong ‘alias’ bebas jerawat, berhidung mancung, mata seindah punya Luna Maya, bibir setebal Angelina Jolie, rambut sepanjang dan selurus Titi Kamal, berlesung pipit seperti Preity Zinta, kulit putih seputih Donita, atau berdagu terbelah seperti Laudya Chintya Bella ? Maybe yes, maybe no.

Pernahkah kamu dengar ungkapan: “Cantik itu relatif?”, “Sudahkah kamu cantik sesuai tuntutan iklan, sayangku?”, atau “Big is beautiful?”. Faktanya, ada banyak sekali persepsi tentang cantik.

Yuk kita intip persepsi tentang cantik di berbagai belahan dunia ini.

Ternyata,
Di Ethiopia, perempuan dianggap cantik kalau punya bekas luka cacar di perutnya. Menurut laki-laki di sana itu seksi.

Di Iran, cantik itu identik dengan hidung mancung, tinggi dan kecil.

Di Brazil, kamu dinilai cantik kalau langsing, singset.

Di Mauritania, memiliki tubuh yang berisi, semok, itulah cantik.

Di Burma dan Thailand, perempuan cantik itu yang berleher panjang.

Demi menjadi cantik, orang-orang di berbagai negara itu rela melakukan berbagai cara. Mulai dari membuat bekas luka cacar sendiri, operasi plastik, diet, makan banyak-banyak, sampai sengaja memasang gelang khusus di leher.

Di pulau kelapa kita nan amat subur ini bagaimana?

Indonesia punya banyak pulau, dan tentu saja punya banyak perempuan cantik yang tersebar dari sabang sampai merauke. Kecantikan mereka mewakili karakter pulaunya sendiri.

Perempuan Bali terkenal karena keeksotisan kulitnya. Bahkan membuat orang-orang dari luar negeri terkesan. 

Kecantikan perempuan Jawa bisa dilihat pada tokoh-tokoh pewayangan, sinden, atau perempuan keraton. Mereka punya kulit yang kuning langsat dan bersih, pinggang kecil, singset, dan lemah gemulai.

Di Sulawesi sendiri ada sebuah lagu daerah Bugis/Makassar berbunyi begini:

Malabbiri memang tongi
Tu lolonna Sulawesi
Mabbaji ampe
Mabbaji ampe
Alusuk ri panggaukang

Kalau di Indonesiakan kira-kira begini, 

Memang menawan
Para gadis Sulawesi
Berhati baik
Halus dalam perbuatan

Atau yang ini,

Wiluwwa getta tellu
Padai bomba’ silellung
Artinya,
Merujuk ke rambut yang ikal
Seperti ombak berkejaran

Bisa disimpulkan, kalau perempuan Sulawesi cantik karena kebaikan hatinya, kelembutannya, dan bisa juga rambutnya yang ikal.

Artinya, setiap daerah di seluruh dunia punya budaya dan standar kecantikannya masing-masing.

Entah sejak kapan, standar kecantikan menjadi berubah. 

Mungkin, karena perkembangan industri hiburan dan teknologi pertelevisian, yang banyak mempertontonkan iklan-iklan produk kecantikan, dengan jargon-jargon khas untuk mempengaruhi penonton.

Contohnya, sebuah potongan lirik lagu “Wajahmu mengalihkan duniaku”, yang dipakai sebagai jingle sebuah iklan. 

Atau, “Kulit putih bersih itu, ya kita”, yang ditambah dengan adegan kamu dijauhi semua cowok karena jerawat sebiji di dahi, ketiakmu basah, atau kamu tidak harum.

Tanpa sadar, semua itu mungkin perlahan-lahan membentuk persepsi bahwa, standar kecantikan wanita masa kini adalah putih, glowing, dan wangi. 

Ditambah dengan hadirnya figur-figur aktris, model, dan ratu kecantikan dengan sosoknya yang nyaris sempurna, seakan menjadi kiblat mode dan kecantikan tersendiri.

Tidak ada yang salah dari semua itu. Sah-sah saja. Mengikuti perkembangan tren mode atau meniru penampilan sosok idola bukan sesuatu yang dilarang. Asal jangan sampai berlebihan. Apalagi sampai ingin merubah bagian tubuhmu tanpa alasan medis. Tapi semua tentu saja kembali ke pilihan masing-masing orang. 

Remember:
Girls, you are beautifull in your own self 😉
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan Populer